Masih Aktif Memimpin Misa
Meski dugaan peristiwa tersebut terjadi sejak 2017, pastor RMK disebut masih aktif menjalankan pelayanan pastoral hingga kini, termasuk memimpin Misa Malam Natal 2025.
Kondisi ini memicu kekecewaan sebagian umat Katolik di Keuskupan Atambua. Mereka mempertanyakan sikap otoritas gereja setempat yang dinilai tidak transparan dalam menangani dugaan pelanggaran serius oleh seorang imam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keuskupan Atambua Tidak Memberi Tanggapan
Media Lebahtimor.com menyebut telah berupaya meminta tanggapan dari pihak Keuskupan Atambua. Vikaris Jenderal Keuskupan Atambua, Pastor Vincentius Wun SVD, dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Senin, 22 Desember 2025.
Pesan tersebut terkonfirmasi telah dibaca. Namun, hingga berita ini diturunkan, tidak ada jawaban atau pernyataan resmi yang disampaikan oleh pihak Keuskupan.
Upaya konfirmasi kepada pastor RMK juga tidak membuahkan hasil. Menurut laporan media tersebut, yang bersangkutan tidak merespons permintaan wawancara dan sulit ditemui.
Seruan Transparansi dan Investigasi
Kasus ini menambah daftar panjang dugaan pelanggaran etika dan seksual yang melibatkan tokoh agama di Indonesia. Sejumlah pihak mendesak agar Gereja Katolik, khususnya Keuskupan Atambua, bersikap terbuka dan melakukan penyelidikan internal secara transparan.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi apakah kasus ini pernah diproses secara kanonik maupun dilaporkan ke aparat penegak hukum.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Sumber Berita: Lebahtimor.com
Halaman : 1 2







