Ini Alasan Patung dan Salib di Gereja Ditutup Kain Ungu Saat Prapaskah, Ternyata Penuh Makna Mendalam

- Redaksi

Jumat, 3 April 2026 - 10:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ini Alasan Patung dan Salib di Gereja Ditutup Kain Ungu Saat Prapaskah, Ternyata Penuh Makna Mendalam

Ini Alasan Patung dan Salib di Gereja Ditutup Kain Ungu Saat Prapaskah, Ternyata Penuh Makna Mendalam

Dari sisi spiritual, tradisi ini mengajak umat untuk tidak terlalu bergantung pada hal-hal visual dalam beriman. Dengan tidak melihat patung atau salib, umat didorong untuk lebih masuk ke dalam doa yang mendalam, merenungkan sengsara Kristus secara pribadi, dan memperkuat relasi batin dengan Tuhan. Ini menjadi momen untuk memurnikan iman dari sekadar simbol luar menuju pengalaman iman yang lebih sejati.

Menariknya, salib yang ditutup akan dibuka kembali pada perayaan Jumat Agung, khususnya dalam ritus penghormatan salib. Pada saat itu, salib dihadirkan kembali secara perlahan kepada umat, menciptakan momen yang sangat kuat secara emosional dan spiritual. Umat diajak untuk memandang salib sebagai tanda keselamatan, bukan sekadar simbol penderitaan.

Baca Juga:  Sambil Nangis, Sarwendah Tanggapi Kabar Punya Hubungan Spesial dengan Betrand Peto

Sementara itu, patung-patung biasanya tetap tertutup hingga perayaan Malam Paskah, ketika seluruh gereja kembali dihias dengan meriah sebagai tanda kebangkitan Kristus. Perubahan drastis dari suasana “kosong” dan gelap menuju terang dan penuh sukacita ini menjadi simbol kuat kemenangan hidup atas kematian.

Dengan demikian, tradisi menutup patung dan salib bukanlah praktik tanpa arti, melainkan bagian penting dari perjalanan liturgi Gereja Katolik. Melalui simbol sederhana ini, umat diajak untuk masuk lebih dalam ke dalam misteri iman, merenungkan penderitaan Kristus, dan mempersiapkan diri menyambut sukacita Paskah dengan hati yang diperbarui.

Tradisi ini mengingatkan bahwa iman bukan hanya tentang apa yang terlihat, tetapi tentang apa yang dialami dan dihayati dalam hati. Dalam keheningan dan kesederhanaan itulah, makna sejati Prapaskah menemukan tempatnya.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Mengenal Nipah Virus: Ancaman Tersembunyi yang Perlu Diwaspadai
Sosok Anggur Putra Sutar, S.H.: Putra Labuan Bajo dengan Visi Nasional dan Bukti Nyata
Yesus Wafat di Depan Alfamart, Jalan Salib Tematis Jadi Sorotan Publik
Kenapa Disebut Tri Hari Suci Tapi Dirayakan 4 Hari? Ini Penjelasan Lengkapnya
Kenapa Dolar AS Selalu Dipakai di Seluruh Dunia? Ini 6 Alasan Utamanya
Perayaan Minggu Palma: Ribuan Umat Katolik Kenang Masuknya Yesus ke Yerusalem
Tak Hanya Komodo! Gereja Katolik di Labuan Bajo Ini Jadi Tempat Cari Ketenangan
5 Peluang Usaha Modal Kecil yang Menjanjikan untuk Anak Muda di Labuan Bajo

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:45 WITA

Mengenal Nipah Virus: Ancaman Tersembunyi yang Perlu Diwaspadai

Minggu, 12 April 2026 - 15:15 WITA

Sosok Anggur Putra Sutar, S.H.: Putra Labuan Bajo dengan Visi Nasional dan Bukti Nyata

Minggu, 5 April 2026 - 06:08 WITA

Yesus Wafat di Depan Alfamart, Jalan Salib Tematis Jadi Sorotan Publik

Sabtu, 4 April 2026 - 11:52 WITA

Kenapa Disebut Tri Hari Suci Tapi Dirayakan 4 Hari? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sabtu, 4 April 2026 - 03:53 WITA

Kenapa Dolar AS Selalu Dipakai di Seluruh Dunia? Ini 6 Alasan Utamanya

Berita Terbaru

Hati-hati! Memviralkan Orang Berutang Bisa Dipidana, Ini Ancaman Hukumnya (Gambar Istimewa)

Hukum & Kriminal

Hati-hati! Memviralkan Orang Berutang Bisa Dipidana, Ini Ancaman Hukumnya

Senin, 20 Apr 2026 - 18:35 WITA