Kenapa Disebut Tri Hari Suci Tapi Dirayakan 4 Hari? Ini Penjelasan Lengkapnya

- Redaksi

Sabtu, 4 April 2026 - 11:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenapa Disebut Tri Hari Suci Tapi Dirayakan 4 Hari? Ini Penjelasan Lengkapnya

Kenapa Disebut Tri Hari Suci Tapi Dirayakan 4 Hari? Ini Penjelasan Lengkapnya

Puncak dari seluruh rangkaian ini adalah pada Minggu. Hari ini menjadi momen sukacita besar karena memperingati kebangkitan Yesus dari kematian. Kebangkitan ini diyakini sebagai kemenangan atas dosa dan maut, sekaligus menjadi dasar harapan akan kehidupan kekal bagi umat Kristiani.

Lalu, mengapa disebut “tiga hari” jika berlangsung dari Kamis hingga Minggu? Jawabannya terletak pada cara perhitungan waktu dalam tradisi Yahudi kuno yang diadopsi oleh Gereja awal. Dalam tradisi tersebut, satu hari dihitung sejak matahari terbenam hingga matahari terbenam berikutnya. Dengan demikian, Tri Hari Suci sebenarnya dihitung sebagai:

  • Hari pertama: dari Kamis malam hingga Jumat malam
  • Hari kedua: dari Jumat malam hingga Sabtu malam
  • Hari ketiga: dari Sabtu malam hingga Minggu malam
Baca Juga:  Tujuh Peserta Mendaftar Putra Putri Budaya NTT 2026, Pendaftaran Ditutup 31 Januari

Dengan cara ini, meskipun secara kalender tampak empat hari, secara liturgis hanya dihitung sebagai tiga hari penuh yang saling terhubung tanpa jeda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih dari sekadar hitungan waktu, Tri Hari Suci merupakan satu rangkaian perayaan yang utuh dan tidak terpisahkan. Setiap harinya tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi dalam satu narasi besar tentang kasih, pengorbanan, dan kemenangan. Kamis Putih membuka kisah dengan perjamuan kasih, Jumat Agung menghadirkan penderitaan dan pengorbanan, Sabtu Suci menjadi ruang hening penantian, dan Hari Paskah menutupnya dengan kemenangan kehidupan.

Baca Juga:  Momen Megawati Beri Lukisan Bunda Maria Berkebaya Saat Bertemu Paus Fransiskus di Vatikan

Bagi umat Katolik, mengikuti seluruh rangkaian Tri Hari Suci bukan hanya tradisi, tetapi juga pengalaman iman yang mendalam. Ini adalah perjalanan spiritual yang mengajak umat untuk merenungkan makna pengorbanan, menghadapi realitas penderitaan, dan pada akhirnya merayakan harapan baru dalam kebangkitan.

Dengan demikian, istilah “tiga hari suci” bukanlah soal jumlah hari dalam kalender, melainkan tentang kesatuan misteri iman yang dirayakan dalam satu rangkaian liturgi yang utuh. Sebuah tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad, tetap hidup dan relevan hingga kini, mengajak umat untuk kembali pada inti iman mereka setiap tahunnya.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Mengenal Nipah Virus: Ancaman Tersembunyi yang Perlu Diwaspadai
Sosok Anggur Putra Sutar, S.H.: Putra Labuan Bajo dengan Visi Nasional dan Bukti Nyata
Yesus Wafat di Depan Alfamart, Jalan Salib Tematis Jadi Sorotan Publik
Kenapa Dolar AS Selalu Dipakai di Seluruh Dunia? Ini 6 Alasan Utamanya
Ini Alasan Patung dan Salib di Gereja Ditutup Kain Ungu Saat Prapaskah, Ternyata Penuh Makna Mendalam
Perayaan Minggu Palma: Ribuan Umat Katolik Kenang Masuknya Yesus ke Yerusalem
Tak Hanya Komodo! Gereja Katolik di Labuan Bajo Ini Jadi Tempat Cari Ketenangan
5 Peluang Usaha Modal Kecil yang Menjanjikan untuk Anak Muda di Labuan Bajo

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 15:15 WITA

Sosok Anggur Putra Sutar, S.H.: Putra Labuan Bajo dengan Visi Nasional dan Bukti Nyata

Minggu, 5 April 2026 - 06:08 WITA

Yesus Wafat di Depan Alfamart, Jalan Salib Tematis Jadi Sorotan Publik

Sabtu, 4 April 2026 - 11:52 WITA

Kenapa Disebut Tri Hari Suci Tapi Dirayakan 4 Hari? Ini Penjelasan Lengkapnya

Sabtu, 4 April 2026 - 03:53 WITA

Kenapa Dolar AS Selalu Dipakai di Seluruh Dunia? Ini 6 Alasan Utamanya

Jumat, 3 April 2026 - 10:00 WITA

Ini Alasan Patung dan Salib di Gereja Ditutup Kain Ungu Saat Prapaskah, Ternyata Penuh Makna Mendalam

Berita Terbaru