Lebih lanjut, Patris menekankan bahwa langkah penundaan ini merupakan bentuk itikad baik APMB dalam menghargai proses dialog antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, serta asosiasi pariwisata.
Meski demikian, APMB tetap membuka kemungkinan untuk kembali turun ke jalan jika hasil kajian pemerintah tidak berpihak pada kepentingan masyarakat, khususnya pelaku pariwisata di Manggarai Barat.
“Kalau hasilnya tidak memihak masyarakat sesuai usulan kami, maka kami siap melakukan aksi yang lebih besar dan masif,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagaimana diketahui, polemik pembatasan kuota 1.000 wisatawan per hari ke kawasan Taman Nasional Komodo memicu gelombang protes dari pelaku pariwisata di Manggarai Barat. Mereka menilai kebijakan tersebut berpotensi berdampak langsung pada ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor wisata.
Untuk sementara, APMB memilih menahan diri sambil menunggu keputusan resmi pemerintah terkait hasil kajian yang tengah berjalan.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







