Namun janji tersebut kini tak lagi berjalan.
“Dulu bilang akan bantu cicil Rp1,5 juta per bulan. Tapi sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ungkap Lastri.
Lastri menjelaskan, “Kami menuntut Obor Mas karena pada 17 atau 18 Agustus 2024 dia (Wulan) mengatakan uangnya dikembalikan ke Obor Mas. Makanya kami tidak menuntut lagi ke dia (Wulan) tapi yang kami kejar sekarang Obor Mas karena saat itu Manager mengiakan itu,” terang Lastri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menjelaskan, “Kemudian pada tanggal 24 untuk janji pembayaran 25 tapi janji lagi pembayaran 10 September lalu bilang hanya bisa bayar 1.5 juta perbulan. Dan itu dia (Manager) bilang di Kantor KSP Obor Mas dan lewat chat. Nayatanya dari janji 1.5 juta tiap bulan, hanya 3.5 juta yang dia realisasi,” terang Lastri.
Delapan Nasabah Jadi Korban
Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya delapan nasabah menjadi korban dalam kasus ini, yakni:
- Marselina K. Tan
- Elsiana S. Ahut
- Servirilus Kordi
- Afrida J. Iman
- Stefanus Sem
- Ludgardis G. Ngali
- Mekilniana M. Imun
- Katarina Setia
Total kerugian para korban diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Proses Hukum Jalan di Tempat
Korban juga menyoroti lambannya penanganan kasus di Polres Manggarai Barat. Meski pemeriksaan saksi dan bukti transfer telah dilakukan sejak 2024, status hukum pelaku hingga kini belum juga ditetapkan sebagai tersangka.
Padahal, korban mengaku telah menyerahkan bukti transfer ke rekening suami pelaku serta percakapan WhatsApp yang menunjukkan adanya janji pengembalian uang.
Situasi ini membuat korban merasa menjadi pihak yang paling dirugikan.
Kepercayaan Publik Terancam
Kasus ini perlahan memunculkan krisis kepercayaan terhadap lembaga koperasi di Manggarai Barat, khususnya KSP Obor Mas.
Lembaga yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat kecil itu kini mendapat sorotan karena dinilai gagal melindungi nasabah dari dugaan penyalahgunaan wewenang oleh pegawainya sendiri.
“Kalau pegawai memakai nama koperasi untuk ambil uang nasabah, lalu koperasi bilang itu urusan pribadi, masyarakat pasti kecewa,” ujar salah satu korban lainnya.
Para korban kini berharap ada tanggung jawab nyata dari pihak koperasi, bukan sekadar menunggu proses hukum yang tak kunjung selesai.
Info Labuan Bajo telah berusaha mendatangi KSP Obor Mas KC Manggarai Barat yang beralamat di JL. Frans Lega, Labuan Bajo, namun sang Manager tidk berada di tempat. Begitu pun saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tidk berani menjawab sejumlah pertanyaan hingga berita ini dimuat. **
Catatan Redaksi: Kasus Dugaan Penipuan di Koperasi Obor Mas KC Manggarai Barat akan terus diperbaharui hingga ada penyelsaian.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






