“Kami telah mendaftar di tujuh partai politik mulai dari PDIP, Gerindra, Demokrat, PKB, PAN, PSI dan Hanura. Sekarang tahapannya di DPP partai politik. Kami sudah bertemu dengan beberapa pimpinan partai politik. Ada yang hari ini telah fit and propertest. Mudah-mudahan kita mendapat kepercayaan dan dukungan dari partai politik, ” terangnya.
Sebastian Salang menjelaskan sejak awal pencalonan dirinya untuk mendampingi Orias Petrus Moedak bukanlah hasil kawin paksa.
“Sejak awal kita tidak mau dikawin paksa. Kita datang dengan semangat yang sama. Dan yakin kita mendapat dukungan dari partai politik. Begitu semuanya beres maka kita akan makin kencang lagi. Kita sudah mulai jalan. Pak Orias jalan di bagian timur saya jalan di bagian barat. Kami pingin terjun langsung ke masyarakat. Kita ingin mendengar langsung isi hati masyarakat. Supaya kita tau persis apa yang mesti kita selesaikan nanti selain masalah-masalah yang kita sudah deteksi awal terkait persoalan-persoalan mendasar yang ada di NTT. Kita turun juga supaya ada ikatan secara emosional kepada masyarakat,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait tagline Jangan Mencuri, Sebastian Salang menegaskan tagline itu bukan untuk menuduh siapapun.
“Kami tidak urus yang lalu-lalu. Jadi itu komitmen kami berdua. Begitu kami terpilih hal pertama yang kami lakukan dan buktikan kepada masyarakat yaitu jangan mencuri. Maksudnya kita mulai dengan cara kerja yang jujur dalam membangun NTT ini. Kalau tidak jujur akan mustahil kita tidak akan bisa mengerjakan hal-hal yang besar. Ini komitmen kita. Mulai dari kita menjadi contoh,” ungkapnya.
“Kalau kita menjadi contoh, mulai dari aparat yang ada di bawah pemerintahan propinsi, kemudian badan usaha yang ada di propinsi betul-betul kita bangun dengan kejujuran. Kita bangun dengan integritas yang tinggi. Kalau kita sudah lakukan itu mudah-mudahan kepercayaan baik investor maupun kepercayan dari pemerintah pusat terhadap daerah ini makin tinggi. Kalau sudah ada kepercayaan investor akan pasti masuk,” tambahnya.
Dikatakan Sebastian Salang harapan untuk membangun NTT tidak bisa diandalkan dari Pendapat Asli Daerah NTT apalagi dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU)
“Apalagi sekarang kita punya utang semakin besar. Jadi kita tidak bisa bergerak. Oleh karena itu kita butuh orang
yang harus memiliki jaringan yang luas dan punya orang yang bisa mengatasi persoalan keuangan daerah ini. Sehingga kita bisa memperbaiki daerah ini untuk bisa berkembang lebih maju lagi,” tutupnya. **
Halaman : 1 2







