Ia menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara peningkatan ekonomi dan pelestarian budaya agar desa-desa adat tetap mempertahankan identitasnya.
“Tanpa perencanaan yang tepat, desa adat bisa kehilangan esensinya karena tekanan komersialisasi,” lanjut dia.
Karena itu, keterlibatan aktif masyarakat adat dalam setiap tahap pembangunan menjadi sangat penting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Begitu juga kerja sama antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam merumuskan konsep pariwisata berkelanjutan.
Hal ini bertujuan agar dampak negatif terhadap lingkungan dan budaya lokal dapat diminimalisir.
Di sisi lain, kebijakan dan regulasi, seperti pembatasan jumlah wisatawan serta pengelolaan limbah, sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di desa wisata.
“Desa wisata harus dikelola dengan prinsip keberlanjutan agar tidak hanya memberikan manfaat ekonomi jangka pendek, tetapi juga memastikan lingkungan dan tradisi budaya tetap terjaga,” kata Mario.
Selain itu, ia menyebut pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung, seperti akses jalan, transportasi, dan fasilitas umum, agar wisatawan merasa nyaman selama berkunjung.
Ia mendorong masyarakat desa adat untuk memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai alat promosi.
Dengan cara ini, potensi desa dapat dipromosikan ke pasar yang lebih luas, sehingga mampu menarik lebih banyak wisatawan.
“Desa-desa yang mampu memanfaatkan teknologi akan lebih mudah dikenal dan berpotensi mengalami peningkatan kunjungan wisatawan secara signifikan,” ujarnya
Halaman : 1 2







