Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Wae Kaca I Lembor Selatan: Kejaksaan Tahan Dua Tersangka

- Redaksi

Senin, 15 September 2025 - 20:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Wae Kaca I Lembor Selatan: Kejaksaan Tahan Dua Tersangka

Dugaan Korupsi Proyek Irigasi Wae Kaca I Lembor Selatan: Kejaksaan Tahan Dua Tersangka

Bahkan jauh sebelumnya, media Portal Desa (16 Februari 2023) pernah mengangkat kasus ini. Dalam pemberitaan tersebut, disebutkan bahwa proyek sempat menyeret nama Falentinus (FH), adik kandung Bupati Manggarai Barat, sebagai pelaksana lapangan.

Lorens Logam menegaskan, dalam pelaksanaan proyek, seluruh pekerjaan dialihkan dari kontraktor resmi ke FH. Dugaan lain yang mencuat adalah praktik sewa perusahaan untuk memenangkan tender.

Kronologi Kasus Dugaan Tipikor Irigasi Wae Kaca I

  1. Juni 2021
    Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (ULPBJ) Manggarai Barat mengumumkan CV Duta Teknik Mandiri sebagai pemenang tender proyek Rekonstruksi Irigasi D.I Wae Kaca I di Desa Watu Rambung, Kecamatan Lembor Selatan.
  2. Penandatanganan Kontrak
    Setelah pengumuman, dilakukan penandatanganan kontrak antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak penyedia jasa, sesuai nilai kontrak yang ditetapkan.
  3. Pengalihan Proyek ke FH
    Alih-alih dikerjakan langsung, kontraktor utama justru mengalihkan seluruh item pekerjaan kepada FH, adik kandung Bupati Manggarai Barat.
  4. Penggunaan Material Tidak Sesuai Spesifikasi
    Dalam pelaksanaan, proyek diduga menggunakan pasir laut sebagai material utama. Padahal, penggunaan material tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi kontrak.
  5. Penolakan Masyarakat
    Saat proyek sudah mencapai 90 persen, masyarakat setempat menolak hasil pekerjaan karena kualitas material yang dipakai dinilai tidak layak.
Baca Juga:  Aktivis Bongkar Dugaan Mafia Tanah di Nggoer, Golo Mori: Dari Manipulasi hingga Pemalsuan Dokumen

Intervensi Dinas PU Manggarai Barat

Setelah kasus ini dipublikasikan oleh media faktahukumntt.com pada 25 Agustus 2021, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Manggarai Barat turun tangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada 6 September 2021, Dinas PU mengirim tim teknis ke lokasi proyek untuk melakukan pembongkaran segmen irigasi yang menggunakan material pasir laut. Namun, menurut Lorens Logam, pembongkaran hanya dilakukan pada sebagian kecil pekerjaan, sementara sisanya tetap menggunakan material bermasalah.

Baca Juga:  Kejaksaan Negeri Manggarai Barat Didesak Segera Seret Sekda Hans Sodo Dalam Kasus Bantuan Mesin Genset di Golo Sepang

Dampak Kerusakan Irigasi

Akibat penggunaan material yang tidak sesuai standar, fungsi irigasi Wae Kaca I tidak berjalan maksimal. Debit air berkurang dan beberapa saluran sudah mengalami kerusakan dini. Kondisi ini berpotensi mengganggu distribusi air ke lahan pertanian warga di Lembor Selatan.

“Seharusnya irigasi bisa membantu meningkatkan hasil panen, tapi kenyataannya malah tidak optimal dan membebani petani,” ujar Lorens.

Penanganan Hukum Berlanjut

Dengan ditahannya dua tersangka, Kejaksaan Negeri Manggarai Barat menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek ini. Wisnu Sanjaya memastikan, penyidikan akan terus dilakukan, termasuk menelusuri keterlibatan pihak lain yang disebut-sebut dalam laporan masyarakat maupun pemberitaan sebelumnya.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menyeret nama kerabat kepala daerah. Masyarakat berharap agar penegakan hukum berjalan transparan dan tuntas. **

Berita Terkait

Tragis! Driver Grab di Labuan Bajo Diserang OTK saat Jemput Penumpang, Ini Kronologi Lengkapnya
Sopir Pariwisata vs Driver Grab di Labuan Bajo Ricuh di Jalan, Diduga Rebutan Penumpang hingga Berujung Kekerasan
Fakta Baru Kasus Penjualan Komodo: Dibeli Rp5 Juta, Rencana Diselundupkan ke Thailand, 2 Orang Ditangkap
Video Mesum 3 Menit Viral, Diduga Libatkan Oknum TNI dan Mahasiswi di Ruteng
Viral di NTT: Suami Sakit Stroke, Ibu Lurah Diduga Selingkuh dengan Lurah Lain, Digerebek Keluarga hingga Babak Belur
Mucikari di NTT Tega Jual Gadis SMP ke 7 Pria, Korban Bisa Capai 8 Orang, Polisi Sudah Amankan Pelaku
Terungkap, Bukan Cuma 1 Kali, Siswi SMP di NTT Ini Diperkosa 4 Kali Sehari oleh 4 Pria Tak Dikenal: Disekap Tanpa Makan, Pelaku Masih Bebas
Modus Tawari Ojek, Aksi Bejat Pria Asal NTT di Bali, Turis China Diperkosa dan Dirampok

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 20:50 WITA

Tragis! Driver Grab di Labuan Bajo Diserang OTK saat Jemput Penumpang, Ini Kronologi Lengkapnya

Senin, 13 April 2026 - 19:12 WITA

Sopir Pariwisata vs Driver Grab di Labuan Bajo Ricuh di Jalan, Diduga Rebutan Penumpang hingga Berujung Kekerasan

Selasa, 7 April 2026 - 12:38 WITA

Fakta Baru Kasus Penjualan Komodo: Dibeli Rp5 Juta, Rencana Diselundupkan ke Thailand, 2 Orang Ditangkap

Senin, 6 April 2026 - 21:10 WITA

Video Mesum 3 Menit Viral, Diduga Libatkan Oknum TNI dan Mahasiswi di Ruteng

Minggu, 5 April 2026 - 00:44 WITA

Viral di NTT: Suami Sakit Stroke, Ibu Lurah Diduga Selingkuh dengan Lurah Lain, Digerebek Keluarga hingga Babak Belur

Berita Terbaru