Gegera Ucapannya, Kepala Bapenda Manggarai Barat Lely Rotok “Disemprot” Aktivis dan Warga: “Masyarakat Pulau Komodo Sudah Ada Sebelum Negara Ini Ada”

- Redaksi

Selasa, 14 Oktober 2025 - 21:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gegera Ucapannya, Kepala Bapenda Manggarai Barat Lely Rotok

Gegera Ucapannya, Kepala Bapenda Manggarai Barat Lely Rotok "Disemprot" Aktivis dan Warga: “Masyarakat Pulau Komodo Sudah Ada Sebelum Negara Ini Ada”

Akun M. Syahakar juga menilai Leli Rotok kurang memahami aspek sosial dan sejarah masyarakat lokal:

“Masyarakat sudah ada di situ jauh sebelum TNK terbentuk. Mereka hidup berdampingan dengan komodo. Yang perlu diatur itu pendatang baru, bukan warga asli.”

Kritik serupa datang dari Alyas, yang menulis dengan nada tegas:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebelum ibu lahir, nenek moyang kami sudah tinggal di sini. Jangan asal bicara. Tiga pulau ini marah besar dengan ucapan seperti itu.”

Desakan Publik ke Pemerintah Daerah

Baca Juga:  200 Warga Siap Geruduk Kantor Bupati, Tagih Janji Perbaikan Jalan dari Edi Endi

Tak hanya warga, sejumlah akun juga mendesak Bupati Manggarai Barat, Edi Endi, untuk menindaklanjuti pernyataan tersebut.

Akun Akbar Al Ayyub menulis:

“Edi Endi harus turun tangan. Ucapan seperti ini menyakiti hati rakyat.”

Sementara akun Usman Junaid menilai pemerintah justru telah merampas hak masyarakat adat:

“Negaralah yang merampok tanah milik masyarakat yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka.”

Komentar serupa disampaikan Didi Agas:

“Sebelum ada TNK, warga sudah tinggal di situ. Sekarang karena TNK terkenal, warga malah digusur dengan alasan tanah negara.”

Baca Juga:  PKN Manggarai Barat Sebut Edi-Weng Pengkhianat Rakyat

Persoalan Lama: Hak Adat dan Status Tanah di TNK

Kontroversi ini kembali membuka perdebatan lama tentang status tanah dan hak tinggal masyarakat adat di kawasan konservasi Taman Nasional Komodo.

Sejak TNK ditetapkan sebagai kawasan konservasi pada awal 1980-an, masyarakat adat di Pulau Komodo, Rinca, dan Papagarang terus memperjuangkan pengakuan hak mereka atas tanah leluhur.

Beberapa warga mengaku masih rutin membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) meski kini pemerintah daerah menyebut kawasan tersebut tanah negara. **

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Ney Asmon Gantikan Ardi Ojo Jadi Kadis Kesehatan, Bagung Jadi Staf Ahli, Ojo Kini Pimpin Disperindag Manggarai Barat
Aksi Nyata Wabup Manggarai Barat Jemput Program Pertanian ke Pusat
Kadis P2KB Manggarai Barat Evaluasi Capaian Program Bangga Kencana 2025
Pol PP Manggarai Barat Gelar Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran, Pelaku Usaha Diingatkan Soal Standar Keamanan
Dinas P2KB dan Kemenag Manggarai Barat Bersinergi Tekan Stunting Lewat Pendampingan Calon Pengantin
Buntut Ucapan Lely Rotok: Warga di Taman Nasional Komodo Bongkar Bukti Pembayaran Pajak
Lely Rotok Luruskan Pernyataan Soal Warga TNK ‘Menumpang di Atas Tanah Negara’
Leli Rotok Sebut Warga TNK Bukan Pemilik Lahan, Netizen: Edi Endi Harus Turun Tangan, Ucapan Seperti Ini Menyakitkan Hati Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:30 WITA

Ney Asmon Gantikan Ardi Ojo Jadi Kadis Kesehatan, Bagung Jadi Staf Ahli, Ojo Kini Pimpin Disperindag Manggarai Barat

Kamis, 16 April 2026 - 13:02 WITA

Aksi Nyata Wabup Manggarai Barat Jemput Program Pertanian ke Pusat

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:20 WITA

Kadis P2KB Manggarai Barat Evaluasi Capaian Program Bangga Kencana 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:18 WITA

Pol PP Manggarai Barat Gelar Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran, Pelaku Usaha Diingatkan Soal Standar Keamanan

Kamis, 23 Oktober 2025 - 11:33 WITA

Dinas P2KB dan Kemenag Manggarai Barat Bersinergi Tekan Stunting Lewat Pendampingan Calon Pengantin

Berita Terbaru