Dinas P2KB memastikan setiap calon pengantin memahami perencanaan keluarga, kesiapan ekonomi, serta pola pengasuhan anak yang sehat.
Kolaborasi ini disebut menjadi wujud nyata komitmen bersama untuk menekan angka stunting, perkawinan anak, dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) melalui pendekatan edukatif sejak dini.
Fokus 2025–2029: Menuju Generasi Emas Manggarai Barat
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nota kesepakatan antara Dinas P2KB dan Kemenag ini berlaku selama lima tahun (2025–2029) dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Setiap kegiatan pembinaan akan dibiayai dari anggaran masing-masing instansi serta sumber sah lainnya sesuai peraturan yang berlaku.
Melalui implementasi kerja sama ini, setiap calon pengantin di Manggarai Barat diharapkan memiliki kesiapan fisik, mental, dan sosial dalam membangun keluarga yang kuat, sehat, dan mandiri.
“Keluarga berkualitas adalah fondasi utama lahirnya generasi emas. Karena itu, edukasi dan pendampingan calon pengantin merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia Manggarai Barat,” tegas Rafael Guntur.
Menuju Manggarai Barat Bebas Stunting
Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menargetkan penurunan signifikan angka stunting dalam lima tahun ke depan melalui sinergi lintas sektor antara Kemenag, Dinas Kesehatan, dan Dinas P2KB.
Program bimbingan perkawinan kini tidak lagi dianggap sekadar formalitas administratif sebelum menikah, tetapi menjadi gerakan strategis untuk membangun keluarga yang sehat, bahagia, dan produktif.
“Program bimbingan perkawinan bukan sekadar formalitas menjelang pernikahan, tetapi gerakan nyata menyiapkan generasi bebas stunting,” tutup Rafael Guntur.
Dengan kolaborasi yang solid antarinstansi pemerintah, Kabupaten Manggarai Barat menegaskan komitmennya untuk mewujudkan keluarga tangguh, anak-anak sehat, dan masa depan bebas stunting. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2






