INFOLABUANBAJO.ID — Sebuah unggahan di media sosial yang berisi keluhan mantan pekerja sebuah warung kuliner di Labuan Bajo memicu perbincangan di kalangan warganet. Unggahan itu diposting oleh akun Facebook bernama Ory Glory di salah satu grup komunitas lokal Labuan Bajo.
Dalam tulisannya, Ory Glory mengaku ingin memperingatkan para pencari kerja agar berhati-hati sebelum menerima pekerjaan di sebuah usaha kuliner yang disebut berada di sekitar kawasan dekat Toko Seragam Jaya dan di depan Rumah Sakit Siloam, Labuan Bajo.
Keluhan tersebut memuat serangkaian tudingan mengenai kondisi kerja yang disebut tidak manusiawi, mulai dari upah rendah, aturan kerja yang berubah-ubah, hingga pemutusan kerja yang dianggap sepihak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Upah Disebut di Bawah Standar
Kepada Info Labuan Bajo, Selasa malam, 10 Maret 2026, Glori—sapaan Ory Glory—mengatakan dirinya mulai bekerja di warung tersebut setelah mendapat informasi dari temannya bahwa usaha itu sedang mencari karyawan untuk menjaga lapak penjualan takjil di area Waterfront Marina Labuan Bajo.
Ia mengaku ditawari gaji Rp1.200.000 per bulan tanpa hari libur.
“Waktu itu saya tidak ada pekerjaan, jadi saya terima saja daripada duduk di rumah,” kata Glori.
Namun, menurutnya, kondisi kerja yang ia temui tidak sesuai dengan harapan. Ia menyebut aturan kerja kerap berubah dan sejumlah pekerja diberhentikan tanpa penjelasan yang jelas.
“Dia main pecat orang tanpa alasan. Aturan kerja juga berubah-ubah setiap hari,” tulis Glori dalam unggahannya di Facebook.
Ia juga menyoroti potongan gaji bagi pekerja yang sakit. Menurut pengakuannya, karyawan yang tidak masuk kerja karena sakit dikenakan potongan Rp50 ribu per hari.
Salah satu rekannya, kata dia, bahkan hanya menerima gaji sekitar Rp900 ribu setelah bekerja satu bulan, karena dua hari tidak masuk akibat sakit.
Pekerja Diminta Tetap Bekerja Saat Sakit
Glori juga mengungkapkan pengalaman rekannya yang menurutnya diperlakukan tidak layak oleh pemilik usaha.
Ia menuturkan seorang karyawan yang baru keluar dari rumah sakit diminta kembali bekerja keesokan harinya, bahkan disuruh mengangkat tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram untuk keperluan dapur.
“Bayangkan, baru satu hari keluar dari rumah sakit sudah disuruh kerja lagi dan angkat gas 12 kilogram,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti soal fasilitas makan karyawan yang menurutnya tidak sesuai dengan kesepakatan awal.
Dalam perjanjian kerja, kata dia, pekerja dijanjikan makan dua kali sehari, yakni makan pagi dan makan siang. Namun dalam praktiknya, makan pertama baru diberikan sekitar pukul 11.00 siang.
“Setelah kami kerja baru kami makan. Makan siang baru sekitar jam setengah tiga sore,” kata Glori.
Ia juga mengklaim ada pekerja baru yang hanya ditawari gaji Rp500 ribu per bulan selama tiga bulan pertama masa kerja.
Menurut Glori, kondisi tersebut membuat dirinya dan rekan-rekannya merasa tidak adil.
“Kita kerja bukan untuk dijajah oleh orang yang punya uang,” tulisnya.
Pemilik Warung Membantah
Pemilik warung yang disebut bernama Ario membantah sebagian besar tudingan tersebut.
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2 Selanjutnya







