“Ijin yang mulia, Pada Jm 7:00 Wita, semua Petugas KPPS dan Panwas TPS sudah ada ditempat Pemungutan Surat Suara, dan pada jam 7:30 dimulai, saya tidak terlalu memperhatikan siapa orang yang menerima surat suara Basirun untuk di coblos,” jelas Sahrun.
Hakim kembali bertanya ke Panwas -TPS, Sahrun Mahmud.
“Apakah saudara ada ditempat saat memanggil nama Muhamad Basirun,” tanya hakim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Panwas -TPS, Sahrun Mahmud menjawab.
“Saya ada ditempat yang Mulia, tapi saya tidak dengar dan tidak tau siapa yang terima dan mencoblosnya,” jawab Sahrun.
Hakim kembali bertanya.
“Lho kok gitu, katanya kamu ada disitu. Saudarakan sebagai Pengawas di TPS 005 Siru, masa saudara tidak dengar. Atau saudara tidak berada di tempat TPS 005 itu,” komentar Hakim.
Panwas -TPS, Sahrun Mahmud menjawab.
“Iya yang Mulia, saya tidak dengar dan saya tidak tau siapa yang menerima dan mencoblos nya,” ucap Sahrun.
Hakim kembali bertanya.
“Terus di DPT ada nama Abdul Hakim, saat dipanggil namanya, orangnya kamu lihat nggak,” tanya Hakim.
Panwas -TPS, Sahrun Mahmud menjawab.
“Iya Pa, saya lihat orangnya datang tapi saya tidak tau orang nya,” sebut Harun.
Jawaban Panwas -TPS, Sahrun Mahmud ini membuat hakim terus melontarkan pertanyaan lanjutan.
“Saudara tau tidak ada perbedaan di Daftar hadir di TPS 005 dengan jumlah surat suara yang di coblos, atau KPPS tidak kasi tau ke saudara sebagai Pengawas, berapa yang hadir berapa yang tidak hadir. Lalu jumlah surat suara yang terpakai dan berapa yang tidak terpakai,” tanya Hakim.
Panwas -TPS, Sahrun Mahmud kembali menjawab.
“Tidak tau yang Mulia, saya taunya saat Ketua KPPS melaporkan kepada saya bahwa di TPS 005 Siru bermasalah,” jawab Sahrun
Dari rangkaian tanya jawab tersebut terdapat hal janggal saat Panwas TPS Harun sempat kebingungan saat di tanya hakim terkait siapa nama Ketua Bawaslu Manggarai Barat.
“Pantasan ngawur sekali keterangan dari saudara sebagai Pengawas di TPS 005 Desa Siru,” komentar Hakim.
Menurut hakim, kapasitas Harun sebagai Pengawas di TPS harusnya meminta DPT ke KPPS agar mengetahui jumlah total surat suara dan mengetahui jumlah pemilih yang hadir dan tidak hadir.
“Nama ketua Bawaslu saja saudara tidak tau, SK saudara siapa yang keluarkan kalau bukan ketua saudara. Ketua Bawaslu saja tau awal sampai akhir prosesnya disana. Masa sebagai Pengawas lapangan saudara tidak tau. Tidak jelas saudara ini, proses ini,” tandasnya
Saat keluar dari ruangan sidang, Ketua KPPS 005 Desa Siru, Wiwit Haryanti buru buru menuju mobil berupaya menghindar dari awak media. Hal sama juga di lakukan Panwas TPS, Sahrun Mahmud. Sambil menutup muka dengan baju, ia lari menuju kendaraan yang ditumpanginya. **
Halaman : 1 2







