Pantai Watu Weri, Surga Tersembunyi di Ujung Tebing Lembor Selatan

- Redaksi

Selasa, 8 Juli 2025 - 08:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pantai Watu Weri, Surga Tersembunyi di Ujung Tebing Lembor Selatan

Pantai Watu Weri, Surga Tersembunyi di Ujung Tebing Lembor Selatan

INFOLABUANBAJO.ID – Jika Anda mencari destinasi wisata alam yang belum banyak tersentuh dan penuh ketenangan, maka Pantai Watu Weri di Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, layak masuk dalam daftar perjalanan Anda berikutnya. Pantai ini menawarkan keindahan eksotis dari tebing tinggi berbatu yang langsung berbatasan dengan laut lepas. Sebuah bentang alam dramatis yang masih sepi pengunjung namun kaya akan pengalaman.

Tebing Putih yang Mengagumkan

Nama “Watu Weri” berasal dari bahasa lokal Manggarai yang berarti “batu Tanam” atau “Batu yang Ditanam”. Nama ini merujuk pada formasi batu kapur berwarna cerah yang menyusun tebing-tebing di sepanjang garis pantai. Ketika matahari terbit atau tenggelam, tebing-tebing ini memantulkan cahaya emas yang menciptakan panorama luar biasa di cakrawala selatan Flores.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan tanpa alasan masyarakat setempat menyebut tempat ini sebagai lokasi yang “keramat”. Selain keindahan visualnya, Watu Weri menyimpan nilai historis dan spiritual bagi warga sekitar. Banyak warga datang untuk mencari ketenangan, bertafakur, atau sekadar menikmati suara alam yang menghantam dinding batu.

Baca Juga:  Prihatin Turis Terperosok, Warga Labuan Bajo Tutup Lubang Trotoar dengan Dana Pribadi

Panorama Laut dari Ketinggian

Berbeda dengan pantai berpasir putih pada umumnya, Pantai Watu Weri hadir dalam rupa tebing curam yang menjulang langsung dari laut. Dari atas tebing, pengunjung bisa menyaksikan bentangan samudra yang seolah tak berujung. Deburan ombak yang menghantam batu karang menciptakan suara yang menenangkan—sebuah harmoni alam yang jarang ditemukan di tempat lain.

Tempat ini sangat cocok untuk menyaksikan matahari terbenam. Saat senja, langit dan laut menyatu dalam semburat oranye keemasan, menciptakan suasana magis yang tak terlupakan. Bahkan pada malam hari, langit di Watu Weri begitu bersih dan dipenuhi bintang—ideal untuk menikmati milky way tanpa gangguan cahaya kota.

Akses Menuju Lokasi

Pantai Watu Weri terletak sekitar 1,5 jam perjalanan dari pusat kota Labuan Bajo. Setelah melewati jalanan utama Trans-Flores, pengunjung harus melanjutkan perjalanan melalui jalur perbukitan dan dan hamparan jalan pinggir laut arah selatan. Perjalanan yang cukup menantang ini justru menjadi bagian dari petualangan menuju Watu Weri.

Meskipun belum tersedia fasilitas wisata lengkap seperti kafe, penginapan, atau warung makan, Watu Weri menawarkan pengalaman back to nature yang otentik. Anda bisa membawa perlengkapan piknik atau bahkan mendirikan tenda dan menginap di alam terbuka, sembari ditemani suara deburan ombak dan angin laut.

Baca Juga:  Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo

Potensi Ekowisata yang Belum Tergarap

Sebagai kawasan yang belum banyak dijamah, Pantai Watu Weri menyimpan potensi besar sebagai destinasi ekowisata di masa depan. Komunitas lokal mulai menyadari pentingnya menjaga kelestarian alam sekaligus membuka akses wisata berkelanjutan.

Berbagai inisiatif mulai dilakukan, seperti pelatihan pemandu lokal, promosi budaya, serta rencana pengembangan jalur trekking alami dan titik pengamatan burung. Semua itu dilakukan dengan pendekatan pelestarian lingkungan dan tidak merusak karakter asli Watu Weri yang alami dan hening.

Flora dan Fauna di Sekitar Tebing

Lingkungan sekitar Watu Weri masih sangat alami. Vegetasi pantai tumbuh subur di sekitar tebing, termasuk pandan laut, ketapang, hingga semak tropis khas pesisir. Berbagai jenis burung laut seperti camar, cerek, dan elang pantai bisa dijumpai beterbangan di atas laut.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal
Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah
Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo
Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik
Viral Wisatawan Dilarang Naik ke Pulau Padar, Kuota Penuh 1.000 Orang per Hari Jadi Penyebab
Indonesia Pinjamkan 2 Komodo ke Jepang, Ditukar Jerapah dan Panda Merah, Ini Tujuan Sebenarnya
Pembatasan 1.000 Pengunjung per Hari di Taman Nasional Komodo Mulai Berdampak: Turis Ungkap Kebingungan
Bangga! Meruorah Komodo Labuan Bajo Raih Sertifikat Chinese Friendly Hotel 2026 dari Trip.com Group

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 22:26 WITA

Tangis Pekerja Wisata di Labuan Bajo: Dampak Kuota 1.000 Wisatawan, Rencana Nikah 2027 Batal

Sabtu, 11 April 2026 - 10:50 WITA

Taman Nasional Komodo Jadi Destinasi Terindah ke-2 Dunia, Ini Cara Menikmatinya ala Luxury Getaway di Meruorah

Kamis, 9 April 2026 - 22:13 WITA

Ribuan Massa Siap Demo! Pelaku Wisata Labuan Bajo Tolak Pembatasan 1.000 Pengunjung ke TN Komodo

Rabu, 8 April 2026 - 09:50 WITA

Pariwisata Labuan Bajo Bergejolak, Kuota Kunjungan TN Komodo Picu Polemik

Sabtu, 4 April 2026 - 13:31 WITA

Viral Wisatawan Dilarang Naik ke Pulau Padar, Kuota Penuh 1.000 Orang per Hari Jadi Penyebab

Berita Terbaru