Juru Parkir di Labuan Bajo Kini Gunakan Mesin EDC, Dishub Gandeng Bank NTT untuk Digitalisasi Retribusi Parkir

- Redaksi

Jumat, 10 Oktober 2025 - 14:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Parkir di Labuan Bajo Kini Gunakan Mesin EDC, Dishub Gandeng Bank NTT untuk Digitalisasi Retribusi Parkir

Juru Parkir di Labuan Bajo Kini Gunakan Mesin EDC, Dishub Gandeng Bank NTT untuk Digitalisasi Retribusi Parkir

Para jukir yang mengoperasikan alat ini telah mengikuti pelatihan singkat dari Dishub bekerja sama dengan Bank NTT, mitra penyedia layanan perbankan untuk sistem pembayaran non-tunai.

“Setiap juru parkir wajib memahami cara menggunakan aplikasi EDC agar tidak ada kendala dalam pelayanan. Kami latih mereka langsung sebelum turun ke lapangan,” jelas Adrianus.

Sistem kerja jukir diatur dalam dua shift — pagi dan sore. Sebanyak 5 jukir pagi hari menggunakan mesin EDC, sementara 7 jukir sore masih mengandalkan karcis manual selama masa uji coba.

Peningkatan Pendapatan dan Efisiensi

Uji coba EDC dilakukan selama satu minggu di Pasar Batu Cermin dan Dermaga Biru Kampung Ujung. Dari hasil evaluasi awal, Dishub mencatat adanya peningkatan pendapatan retribusi parkir dibandingkan sistem manual.

“Pendapatan harian rata-rata sebelumnya hanya sekitar Rp100 ribu–Rp120 ribu. Setelah memakai EDC, naik menjadi Rp120 ribu–Rp150 ribu per hari,” ungkapnya.

Selain meningkatkan pendapatan, penggunaan EDC juga dinilai menghemat biaya cetak karcis dan mengurangi potensi kebocoran retribusi.

EDC akan Diperluas ke Sejumlah Titik Parkir

Saat ini Dishub memiliki 7 unit mesin EDC dan sedang menyiapkan beberapa unit tambahan untuk diperluas ke lokasi parkir lainnya, seperti Dermaga Kuliner, Jembatan Biru, Jembatan Pink, Jalan Reklamasi Kampung Air, dan Lapangan Kampung Ujung yang dikelola oleh Perumda Bidadari.

Baca Juga:  Tagih Insentif Oksigen, Bupati Edi Endi Sodorkan Program Bambu ke Pusat

Dalam program ini, setiap juru parkir bekerja 5 jam per hari dan 6 hari dalam seminggu, dengan gaji bulanan sebesar Rp1,6 juta.

“Kami berharap sistem ini bisa diterapkan di seluruh titik parkir di Labuan Bajo dan Lembor agar pengawasan lebih mudah dan PAD meningkat,” tutup Adrianus.

Penulis : Tim Info Labuan Bajo

Berita Terkait

Ney Asmon Gantikan Ardi Ojo Jadi Kadis Kesehatan, Bagung Jadi Staf Ahli, Ojo Kini Pimpin Disperindag Manggarai Barat
Aksi Nyata Wabup Manggarai Barat Jemput Program Pertanian ke Pusat
Kadis P2KB Manggarai Barat Evaluasi Capaian Program Bangga Kencana 2025
Pol PP Manggarai Barat Gelar Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran, Pelaku Usaha Diingatkan Soal Standar Keamanan
Dinas P2KB dan Kemenag Manggarai Barat Bersinergi Tekan Stunting Lewat Pendampingan Calon Pengantin
Buntut Ucapan Lely Rotok: Warga di Taman Nasional Komodo Bongkar Bukti Pembayaran Pajak
Lely Rotok Luruskan Pernyataan Soal Warga TNK ‘Menumpang di Atas Tanah Negara’
Gegera Ucapannya, Kepala Bapenda Manggarai Barat Lely Rotok “Disemprot” Aktivis dan Warga: “Masyarakat Pulau Komodo Sudah Ada Sebelum Negara Ini Ada”

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:30 WITA

Ney Asmon Gantikan Ardi Ojo Jadi Kadis Kesehatan, Bagung Jadi Staf Ahli, Ojo Kini Pimpin Disperindag Manggarai Barat

Kamis, 16 April 2026 - 13:02 WITA

Aksi Nyata Wabup Manggarai Barat Jemput Program Pertanian ke Pusat

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:20 WITA

Kadis P2KB Manggarai Barat Evaluasi Capaian Program Bangga Kencana 2025

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:18 WITA

Pol PP Manggarai Barat Gelar Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran, Pelaku Usaha Diingatkan Soal Standar Keamanan

Kamis, 23 Oktober 2025 - 11:33 WITA

Dinas P2KB dan Kemenag Manggarai Barat Bersinergi Tekan Stunting Lewat Pendampingan Calon Pengantin

Berita Terbaru