“Begini ase (adik) Demokrat sekarang masih menunggu kepastian calon wakil dari Pak Mario. Kan syarat untuk maju yang pertama harus berpasangan. Sampai hari ini belum ada deklarasi pasangan itu. Lalu yang kedua soal koalisi partai politik. Kita threshold butuh 6 kursi. Sementara Demokrat hanya dapat 4. Jadi saya merasa tidak nyaman dengan pernyataan relawan seolah-olah Demokrat yang disalahkan. Padahal kita menunggu ini,” terang Rikar Jani kepada Info Labuan Bajo pada Sabtu 6 Juli 2024 siang.
Anggota DPRD Manggarai Barat ini menjelaskan, partai Demokrat bukan pertama kali mendukung kader sendiri dalam pilkada Manggarai Barat.
“Pilkada 2020 pak Ferdi Pantas itu kader Demokrat. Kita (Demokrat) bekerja sebelum ada tiket. Sudah keliling kita, karena waktu itu kepastian wakilnyan sudah ada,” kenang Rikar saat pilkada Mabar 2020 lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pak Ferdi dulu itu tidak terlalu strategis di partai tapi kita mati-matian apalagi yang maju punya jabatan sekretaris. Tapi kan kita tidak bisa masuk soal penentuan wakil itu,” tambahnya.
Terkait Majunya Mario Pranda ini, Rikar Jani mengatakan pihaknya belum bisa bekerja karena kepastian calon wakil belum ada.
“Bagaimana kita mau bekerja karena kepastian wakilnya (Mario Pranda) belum jelas. Apa yang mau kita sampaikan ke publik. Seolah-olah Demokrat yang disalahkan padahal kandidat belum ada kepastian soal wakil,” tegas Rikar Jani.
Ia menegaskan, seharusnya saat ini Mario Pranda mendeklarasikan untuk memastikan calon wakilnya. Sebab menurut Rikard saat ini tidak boleh lagi ada yanga memasang baliho tunggal dan juga SK partai yang keluar, nantinya juga harus berpasangan.
“Logikanya begini kan di SK nanti harus berpasangan. SK itu tidak tunggal dia. Kan itu logisnya. Bagaimana keluarkan SK kalau wakilnya belum jelas,” tandasnya.
DPC Demokrat Manggarai Barat kata Rikar Jani, hingga saat ini hanya menunggu kepastian calon wakil tersebut.
Posisi Demokrat, lanjut Rikar masih menunggu kepastian itu. “Kita masih menunggu, karena Demokrat sudah menugaskan semua bakal calon agar segera mencari pasangan,” ungkapnya.
“Soal calon wakil kita serahkan ke Mario. Entah dengan siapa saja kita (Demokrat) pasti terima. Tidak ada masalah kita di internal soal syarat calon wakil itu. Tapi yang menjadi kendala kita sekarang ini adalah soal kepastian Mario. Siapa calon wakilnya sudah. Pada pointnnya Demokrat hingga masih menunggu kepastian wakilnya Mario. Silahkan Mario mencarinya sendiri,” imbuhnya.
Secara blak-blakan Rikar Jani menyebut jika figur yang selama ini digadang-gadang bakal mendampingi Mario Pranda ternyata minta syarat.
“Tidak boleh pakai syarat lagi saya maju harus gini, kalau persayaratan itu tidak tercapai bagaimana? Kan partai gantung to? Kita bingung ini,” beber Rikar Jani.
“Intinya kita menunggulah. Karena peran wakil itu sepenuhnya itu hak Mario to,” tutupnya.
Halaman : 1 2







