INFOLABUANBAJO.ID – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, menjadikan program ketahanan pangan dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai instrumen utama untuk mengurai kemiskinan di Nusa Tenggara Timur. Ia optimistis kedua program tersebut akan mempercepat pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di wilayah tersebut.
Menurut Yandri, desa-desa di NTT, terutama di Manggarai Barat, akan menjadi motor penggerak ketahanan pangan. Program ini didukung oleh alokasi wajib sebesar 20 persen dari Dana Desa. “Desa akan menjadi pelaku utama, misalnya dengan pengembangan desa ayam petelur, desa tomat, hingga desa padi,” ujarnya.
Ia melaporkan bahwa pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Manggarai Barat telah mencapai 100 persen. Secara nasional, jumlahnya bahkan telah melampaui target 80.000 unit. Saat ini, Kementerian Desa sedang mengebut proses pengurusan badan hukum koperasi tersebut. “Targetnya tuntas sebelum 12 Juli atau akhir Juni 2025,” kata Yandri. Setelah legalitas terpenuhi, fokus akan beralih pada pengembangan bisnis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Fons Abun
Editor : R. Nahal
Halaman : 1 2 Selanjutnya






