Dengan semangat dan tekad mendukung program berkelanjutan, PTTEP Indonesia berperan aktif dengan tujuan menciptakan keseimbangan yang tepat antara aspek bisnis, sosial, dan lingkungan serta nilai-nilai bersama bagi para pemangku kepentingan.
Oleh karena itu, PTTEP Indonesia ikut berpartisipasi dalam mengelola sampah di Labuan Bajo, dan sebelumnya PTTEP Indonesia juga berhasil berkontribusi dalam program pengolahan sampah di Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara.
General Manager PTTEP Indonesia, Grinchai Hattagam mengaku bangga dapat mendukung Program Pilah Olah Sampah Secara Inovatif (Positif Project) di Labuan Bajo. Menurutnya, hal ini merupakan kontribusi kedua PTTEP Indonesia dalam mendukung program Destinasi Pariwisata Super Prioritas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam memilah sampah dan mendukung program ini agar berkelanjutan sehingga dapat mewujudkan pariwisata yang sehat dan bersih serta meningkatkan perekonomian masyarakat setempat,” kata Grinchai Hattagam.
Sebagai salah satu dari lima destinasi super prioritas, Labuan bajo terkenal dengan keindahan alamnya seperti Taman Nasional Komodo (TNK), serta panorama laut yang menakjubkan.
Untuk meningkatkan pariwisata di Labuan Bajo, perlu adanya program lingkungan yang mendukung seperti pengelolaan sampah.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Asisten Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Kementerian Koordinasi Maritim dan Investasi, Rofi Alhanif, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktur Tata Kelola Destinasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bupati Manggarai Barat, Kepala Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF).
Selain itu, Ketua PKK Manggarai Barat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Manggarai Barat dan tim terkait, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Kepala Desa dan Perangkat desa beserta tokoh masyarakat dan masyarakat setempat serta sekolah-sekolah setempat. **
Halaman : 1 2







