“Masukan ini menjadi evaluasi penting. Kegiatan kreatif dan inovatif perlu kita isi untuk memperkuat eksistensi lembaga,” kata Alfan, sapaannya.
Dorongan untuk menggelar program non-anggaran ini dianggap mendesak. Anggota Bawaslu Manggarai, Yohanes Manasye, mengatakan musababnya adalah anjloknya partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 2024. Tingkat kehadiran di tempat pemungutan suara untuk pemilihan bupati hanya 68,65 persen, sedangkan pemilihan gubernur 68,72 persen.
Menurut John, sapaannya, penyumbang terbesar angka golongan putih adalah pemilih perantau, seperti pekerja dan mahasiswa, yang tidak mengurus pindah memilih. Melalui pendidikan pemilih sejak dini, kata dia, calon pemilih dapat diedukasi soal pentingnya prosedur pindah domisili atau pindah memilih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Anggota Bawaslu Manggarai lainnya, Marselina Lorensia, mengusulkan langkah lain, yakni riset. Ia mendorong Bawaslu menggandeng dosen dari perguruan tinggi untuk mengkaji secara ilmiah penyebab rendahnya partisipasi pemilih.
“Sehingga kita punya basis data untuk pengambilan kebijakan,” ucapnya. ***
Penulis : Ofantri Nero
Editor : Fons Abun
Halaman : 1 2







