Yohan Dedipati mengusung visi pembangunan desa yang berlandaskan pendekatan holistik dan partisipatif. Ia menekankan pentingnya mengidentifikasi potensi lokal, baik sumber daya alam maupun manusia, untuk diberdayakan demi kemajuan bersama.
“Tentu konsep-konsep yang akan saya tawarkan banyak. Tapi yang paling utama adalah pembangunan yang melibatkan masyarakat secara langsung, dari proses perencanaan hingga implementasi. Ini menjadi pedoman jika masyarakat menghendaki saya memimpin,” jelasnya.
Yohan juga menyatakan komitmennya untuk memperkuat peran kelompok tani, perempuan, pemuda, dan UMKM dalam menggerakkan ekonomi desa, serta membuka ruang dialog terbuka dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi secara berkala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Transparansi dan Akuntabilitas Jadi Prinsip Utama
Jika mendapatkan mandat dari masyarakat Desa Wewa, Yohan menjanjikan sistem pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan terbuka terhadap kritik maupun masukan dari masyarakat.
“Nantinya, semua program-program yang akan dibuat akan transparan dan melibatkan masyarakat secara aktif. Ini penting agar pembangunan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata,” pungkasnya.
Menatap 2026: Harapan Baru untuk Desa Wewa
Pernyataan Yohan Dedipati menjadi angin segar di tengah dinamika politik desa yang kerap kali diwarnai konflik horizontal. Dengan semangat muda, visi yang jelas, dan pendekatan yang inklusif, ia hadir sebagai simbol harapan baru bagi masyarakat Desa Wewa.
Kini, semua mata tertuju pada proses Pilkades 2026 mendatang. Akankah Yohan Dedipati menjadi pilihan masyarakat? Waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: perubahan membutuhkan keberanian untuk melangkah. ***
Penulis : Tim Info Labuan Bajo
Editor : Redaksi
Halaman : 1 2







